Marawapost.com, Lubuk Basung – SMA Negeri 1 Lubuk Basung Kabupaten Agam Sumatera Barat, menerima sebanyak 392 murid baru pada Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sumatera Barat Tahun 2026 yang dilaksanakan secara online.
Kepala SMA Negeri 1 Lubuk Basung, Hendra Saputra, S.Pd., M.Pd., saat ditemui media online marawapost.com di ruang kerjanya, Rabu (08/07/2026), mengatakan sekolah menyiapkan 11 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas sebanyak 396 peserta didik.
“Kuota sebenarnya sebanyak 396 murid. Namun, yang kita terima hanya 392 murid baru karena terdapat empat orang siswa yang tinggal kelas X. Sehingga jika digabungkan dengan murid baru, jumlah keseluruhan tetap menjadi 396 siswa sesuai kapasitas 11 rombel,” ujar Hendra lagi.
Hendra menjelaskan, penerimaan murid baru tahun ini dilakukan melalui tiga jalur, yakni Afirmasi dan Mutasi, Prestasi, serta Domisili.
Untuk jalur Afirmasi dan Mutasi, kuota yang disediakan mencapai 30 persen dari total penerimaan atau sebanyak 117 murid. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), sedangkan jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid yang orang tuanya pindah tugas dari luar daerah, termasuk anak guru.
“Pada jalur afirmasi dan mutasi, jumlah pendaftar yang masuk ke sistem hanya sebanyak 77 orang. Artinya masih terdapat kekurangan sekitar 40 murid. Kekurangan kuota tersebut nantinya akan dialihkan ke jalur domisili,” jelasnya.
Sementara itu, pada jalur Prestasi, kuota yang disediakan juga sebesar 30 persen atau sebanyak 118 murid, yang dibagi menjadi 15 persen prestasi akademik dan 15 persen prestasi nonakademik.

Menurut Hendra, kuota prestasi akademik telah terpenuhi sebanyak 59 murid, sedangkan pada jalur prestasi nonakademik hanya terdapat 39 murid yang mendaftar, sehingga masih tersisa kekurangan sebanyak 20 murid.
“Kekurangan kuota pada jalur prestasi nonakademik tersebut juga akan ditambahkan ke kuota jalur domisili,” katanya.
Pada jalur Domisili, sekolah menyediakan kuota sebanyak 218 murid. Namun, hingga proses seleksi berakhir, hanya 141 murid yang mendaftar dan dinyatakan lulus sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 77 murid.
Untuk mengisi kekurangan tersebut, pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat terkait kemungkinan dibukanya pendaftaran gelombang kedua.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat mengenai kemungkinan pembukaan pendaftaran gelombang kedua. Namun, pihak dinas meminta kami untuk menunggu informasi selanjutnya,” terang Hendra.
Ia menambahkan, apabila nantinya pendaftaran gelombang kedua resmi dibuka, pihak sekolah akan segera menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial resmi sekolah maupun kepada sekolah-sekolah tingkat SMP di wilayah Lubuk Basung dan Kabupaten Agam secara umum.
“Kami berharap apabila gelombang kedua dibuka, kuota yang masih kosong dapat segera terpenuhi sehingga seluruh rombongan belajar dapat terisi sesuai kapasitas yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (RieL)

