Pemkab Agam Kembali Terima Bantuan Tambahan Rp3,375 Miliar dari Kementerian Pertanian untuk Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana

Marawapost.com, Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam kembali memperoleh dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk percepatan pemulihan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, SP, mengatakan bantuan tambahan yang diterima saat ini mencapai Rp3.375.000.000 yang diperuntukkan bagi rehabilitasi lahan sawah milik masyarakat terdampak bencana.

“Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 250 Hektar lahan kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Agam, terutama kelompok tani di Kecamatan Malalak. Dana rehabilitasi diberikan sebesar Rp13.500.000 per hektar dan langsung ditransfer ke rekening kelompok tani untuk dikelola secara swakelola,” ujar Heri Prasetyo Wibowo.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Agam juga telah melaksanakan rehabilitasi lahan pertanian terdampak longsor melalui dukungan anggaran sebesar Rp30 miliar yang juga dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 311 hektar sawah masyarakat yang tertimbun material longsor di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya.

“Alhamdulillah, pengerjaan rehabilitasi sawah di dua kecamatan tersebut saat ini sudah mencapai 100 persen. Seluruh sawah yang telah selesai direhabilitasi bahkan sudah mulai ditanami kembali oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Heri, seluruh kegiatan rehabilitasi tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh 30 kelompok tani yang berada di wilayah terdampak. Sistem ini dipilih agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pemulihan lahan pertanian mereka.

“Untuk pengerjaan rehabilitasi sawah diserahkan kepada kelompok tani melalui sistem swakelola. Dana langsung ditransfer ke rekening kelompok tani dengan nilai Rp13.500.000 per hektar. Besaran bantuan untuk masing-masing kelompok disesuaikan dengan luas lahan yang direhabilitasi,” jelasnya.

Ia menerangkan, proses rehabilitasi sawah tidak dapat dilakukan secara manual karena material longsor yang menimbun lahan terdiri dari tanah, pasir, dan bebatuan dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, pengerjaan dilakukan dengan menggunakan alat berat. “Setelah sedimen bekas material longsor yang menimbun sawah masyarakat selesai dikeruk menggunakan alat berat, maka sawah tersebut sudah siap untuk ditanami kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, setiap kelompok tani yang menerima bantuan minimal mengelola lahan seluas lima hektar. Apabila luas lahan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka kelompok tani dapat digabungkan dengan kelompok lainnya agar memenuhi persyaratan program.

Selain rehabilitasi lahan, pemerintah juga memfasilitasi bantuan benih padi melalui Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. Namun, kelompok tani yang ingin memperoleh bantuan benih diwajibkan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada pemerintah daerah.

“Saat ini sebagian kelompok tani sudah mulai menanam menggunakan bibit lokal karena bantuan benih dari provinsi baru tiba beberapa minggu lalu. Petani yang telah menanam dengan bibit lokal tetap dapat memanfaatkan bantuan benih pemerintah untuk musim tanam berikutnya,” katanya.

Meski progres rehabilitasi lahan pertanian telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, Heri mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya kesulitan memperoleh bahan bakar solar untuk operasional alat berat selama proses pengerjaan berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Agam berharap program rehabilitasi lahan pertanian pasca bencana ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya petani yang selama ini kehilangan sumber mata pencaharian akibat rusaknya sawah dan kebun mereka terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kami berharap dengan selesainya rehabilitasi sawah ini, masyarakat dapat kembali bercocok tanam secara normal sehingga produksi pertanian meningkat dan perekonomian petani bisa segera pulih,” pungkas Heri Prasetyo Wibowo. (RieL)

Pos terkait