Marawapost.com, PASAMAN, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Pasaman bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AGPAII se-Kabupaten Pasaman masa bakti 2024–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan Seminar Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Guru PAI melalui Penguatan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Penuh Cinta Menuju Generasi Emas Pasaman Bangkit.”
Acara dibuka langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery dan dihadiri Ketua DPRD Pasaman Nelfri Asfandi, Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof. Dr. Hananik, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, Asisten I Setda Pasaman, Ketua DPW AGPAII Sumatera Barat Rimelfi, Ketua DPD AGPAII Pasaman Irwan, serta ratusan guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Guru PAI merupakan garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter kepada generasi muda. Melalui peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran, kita berharap lahir generasi emas yang mampu membawa Pasaman semakin maju dan berdaya saing,” ujar Welly.
Ketua DPW AGPAII Sumatera Barat, Rimelfi, menyampaikan bahwa AGPAII harus menjadi wadah penguatan profesionalisme guru PAI sekaligus mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.
Sementara itu, Ketua DPD AGPAII Pasaman, Irwan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan AGPAII sebagai organisasi yang aktif dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan pengembangan profesi berkelanjutan.
Menurutnya, tema seminar yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, di mana guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran, makna, dan kasih sayang dalam proses belajar mengajar.
Pelantikan dan seminar berlangsung khidmat serta penuh antusiasme. Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antar guru PAI dalam mendukung terwujudnya visi Pasaman Bangkit melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berkarakter.

