Sanggar Seni Pitunggua Agam Tampil Kolosal: Tari Piriang “Manatiang Balega” Meriahkan Indonesiana 2026 di Agam

Marawapost.com, Lubuk Basung — Semarak kebudayaan Minangkabau akan menghiasi Lapangan GOR Rang Agam Padang Baru Lubuk Basung pada Rabu, 15 Juni 2026. Sanggar Seni Pitunggua Agam milik anak nagari Lubuak Basuang yang dipimpin pengarah seni Petrinaldi, S.Sn siap menampilkan pertunjukan kolosal Tari Piriang berjudul “Manatiang Balega” dalam rangkaian Program Indonesiana 2026. Pagelaran ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dua artis Minang ternama, Mak Lepoh dan Lesuik.

Kegiatan ini merupakan Program Indonesiana 2025 yang dilaksanakan pada 15 Juni 2026 ini dan mendapat dukungan dana dari pemerintah, dan juga kegiatan ini dirancang untuk menjadi motor pelestarian serta pengembangan budaya lokal di berbagai daerah.

Melalui skema hibah “Program Penciptaan Karya Kreatif-Inovatif”, Sanggar Seni Pitunggua memperoleh pendanaan yang memungkinkan mereka menyelenggarakan produksi tari berskala besar dengan kualitas artistik tinggi.

Tari Piriang “Manatiang Balega” akan dibawakan oleh 45 penari yang bergerak padu diiringi ansambel musik tradisional Minangkabau. Koreografi dan aransemen musik dirancang untuk menampilkan dinamika gerak serta nuansa etnik yang kaya, sekaligus menghadirkan bahasa artistik yang relevan bagi penonton masa kini. Menurut tim kreatif Sanggar Seni Pitunggua, karya ini lahir dari riset budaya lokal dan proses latihan intensif sebagai upaya menjaga kesinambungan warisan seni daerah.

Kehadiran Mak Lepoh dan Lesuik sebagai bintang tamu menjadi magnet tersendiri bagi pertunjukan. Kedua sosok yang telah lama berkarya di panggung Minang diperkirakan akan menambah variasi tampilan serta menarik minat penonton lintas generasi. Panitia menyatakan bahwa perpaduan tarian kolosal dan penampilan vokal tradisional akan menciptakan pengalaman seni yang utuh dan menghibur.

Petrinaldi, pimpinan Sanggar Seni Pitunggua, menyampaikan rasa syukur atas dukungan program dan antusiasme para seniman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga hidupnya tradisi budaya. “Dukungan Indonesiana memberi ruang bagi kami untuk mengangkat karya lokal ke panggung yang lebih besar, sekaligus membuka kesempatan generasi muda mengenali akar budaya mereka,” ujarnya.

Panitia penyelenggara menghimbau masyarakat Agam dan sekitarnya untuk menyaksikan pagelaran ini. Penonton dapat menikmati sajian seni secara langsung di Lapangan GOR Rang Agam dengan kapasitas terbatas; panitia merekomendasikan hadir lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik.

Dengan kombinasi koreografi massif, musik tradisional yang hidup, dan kehadiran artis populer, pertunjukan Tari Piriang “Manatiang Balega” berpotensi menjadi salah satu rangkaian puncak Indonesiana 2025 di Ranah Minang. Bagi penikmat seni dan pelestari budaya, pagelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan undangan untuk menyelami kembali kekayaan identitas Minangkabau — sebuah perayaan yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan.

Penulis: Syamsul Trizon, S.Pd

Pos terkait