Toleransi di Balik Layar Shalat Idul Adha; Pemuda Kristiani Ini Pilih Bertugas demi Ribuan Jamaah

Marawapost.com, Pasaman, — Suasana khusyuk menyelimuti halaman Kantor Bupati Pasaman saat ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Di tengah gema takbir dan lautan jamaah yang memadati lapangan, terselip sebuah pemandangan sederhana namun sarat makna tentang toleransi dan kebersamaan.

Sosok itu adalah Jamancen Gusti Rando, seorang pemuda Kristiani yang sehari-hari bertugas sebagai ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman. Saat sebagian orang menikmati libur hari raya, Jamancen justru memilih tetap berada di lokasi kegiatan untuk membantu kelancaran pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Bacaan Lainnya

Sejak pagi, ia tampak sibuk mengontrol kamera dokumentasi dan memastikan videotron milik Pemerintah Kabupaten Pasaman berfungsi dengan baik. Dari balik layar, Jamancen ikut memastikan ribuan jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan nyaman dan tertib.

Tanpa memandang perbedaan keyakinan, ia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Baginya, membantu sesama dan melayani masyarakat adalah bagian dari pengabdian yang tidak mengenal batas agama.

Kehadiran Jamancen menjadi potret indah toleransi yang hidup di tengah masyarakat Pasaman. Di momen Idul Adha yang identik dengan nilai pengorbanan dan keikhlasan, tindakan kecil yang dilakukan pemuda Kristiani tersebut justru menghadirkan pesan besar tentang arti menghormati dan menjaga kebersamaan.

Apa yang dilakukan Jamancen mungkin terlihat sederhana. Namun di balik layar, ia turut mengambil peran penting dalam mendukung suksesnya pelaksanaan ibadah ribuan warga. Ketulusan itu menjadi bukti bahwa kerukunan tidak selalu lahir dari pidato besar, melainkan dari tindakan nyata yang dilakukan dengan hati.

Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan wajah harmonis Kabupaten Pasaman yang terus merawat semangat persaudaraan dalam keberagaman. Saat umat Islam menunaikan ibadah Idul Adha, seorang pemuda Kristiani hadir membantu dalam diam demi kelancaran kegiatan keagamaan masyarakat.

Momen itu pun menyentuh hati banyak warga yang menyaksikannya. Sebab toleransi sejati bukan sekadar hidup berdampingan, tetapi tentang saling membantu, menghargai, dan menjaga satu sama lain di tengah perbedaan.

Pos terkait