Pasaman Bangkit dari Surau: Pemkab Genjot Gerakan Selamatkan Generasi Muda

Marawapost.com, Pasaman — Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai menggerakkan “revolusi karakter” dari masjid dan surau. Lewat program unggulan Nagari Bangkit berbasis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), pemerintahan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian menargetkan lahirnya generasi religius yang tangguh menghadapi ancaman narkoba, pergaulan bebas hingga degradasi moral akibat derasnya arus digitalisasi.

Program yang telah berjalan satu tahun sejak diluncurkan Mei 2025 itu kini diperkuat melalui gerakan besar memakmurkan masjid, pembinaan remaja, hingga penguatan pendidikan tahfiz di seluruh nagari.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin masjid kembali menjadi pusat pembinaan akhlak dan benteng generasi muda Pasaman,” tegas Kepala Bagian Kesra Setda Pasaman, Rizal, saat konferensi pers di Media Center Diskominfo Pasaman, Kamis (21/5/2026).

Didampingi Kepala DPM Teddy Marta, Sekretaris Dinas Pendidikan Ishak, dan Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M, Rizal menyebut program itu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan sosial dan spiritual untuk membangun Pasaman dari akar nagari.

Salah satu program yang kini menjadi perhatian utama ialah Wirid Remaja Bangkit. Program tersebut melibatkan pelajar SD hingga SLTA secara serentak di seluruh jorong agar generasi muda kembali dekat dengan masjid dan nilai-nilai agama.

Tak hanya itu, Pemkab Pasaman juga menghidupkan Majelis Dzikir dan Wirid Tharekat, memperkuat budaya shalat berjamaah, serta menargetkan Pasaman sebagai “lumbung penghafal Al-Qur’an”.

Pada 2026 mendatang, pemerintah daerah bahkan menyiapkan satu guru tahfiz di setiap nagari melalui dukungan anggaran Dinas Pendidikan.

“Ini investasi moral jangka panjang. Pasaman tidak cukup dibangun dengan beton, tapi juga akhlak dan karakter,” kata Rizal.

Sementara itu, Pasaman Islamic Center diproyeksikan menjadi pusat syiar Islam dan pengkaderan generasi Qurani, mulai dari pelatihan imam dan khatib hingga seminar keislaman.

Kepala DPM Pasaman, Teddy Marta, menilai gerakan Nagari Bangkit menjadi jawaban menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Minangkabau.

“Remaja masjid harus menjadi garda terdepan menjaga nagari dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga penguatan mental dan spiritual masyarakat.

Menurutnya, tokoh agama dan tokoh adat juga akan diperkuat melalui pelatihan kepemimpinan, komunikasi publik, mediasi konflik hingga literasi digital agar mampu menghadapi persoalan sosial seperti narkoba, hoaks, radikalisme dan lunturnya budaya lokal.

“Gerakan Bangga Memakmurkan Masjid ini harus menjadi pondasi lahirnya masyarakat Pasaman yang religius, harmonis dan berkarakter kuat,” tegas Welly.

Pos terkait