Ditengah Efisiensi Anggaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Lakukan Kegiatan ke Bali

Marawapost.com, Agam – Ditengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan Pemerintah Pusat, beredar informasi bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama Kepala Puskesmas (Kapus) dan bagian keuangan se-Kabupaten Agam mengikuti kegiatan Work Shop Nasional E-BLUD Puskesmas di Provinsi Bali.

Informasi tersebut memicu berbagai tanggapan dari sejumlah pihak di Kabupaten Agam.

Ketua LSM Garuda NI Wilayah Sumatera Barat, Rahmatsyah ketika dikonfirmasi,  Jum’at (22/05/26) juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan yang diambil oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam yang saat ini dijabat oleh dr. Hendri Rusdian, M. Kes.

Menurut Ketua LSM yang biasa disapa Bj. Rahmat ini, masyarakat mempertanyakan urgensi kegiatan Work Shop Nasional E-BLUD Puskesmas tersebut, terutama jika kegiatan itu tidak diwajibkan oleh pemerintah pusat.

“Disini timbul pertanyaan bagi kami, apakah kegiatan Work Shop Nasional E-BLUD Puskesmas yang diselenggarakan di Bali ini wajib diikuti oleh daerah? Jika tidak diwajibkan oleh Pemerintah Pusat, daerah kan bisa tidak ikut karena kita sedang efisiensi anggaran,” tegas Bj. Rahmat.

Ia juga menyoroti besarnya potensi anggaran yang dikeluarkan untuk memberangkatkan puluhan peserta ke Bali ditengah kondisi daerah yang sedang melakukan penghematan.

“Dengan kepergian sekitar 48 orang ke Bali tersebut, berapa uang negara yang dikeluarkan? Jika tidak terlalu penting, biaya tersebut bisa dipergunakan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti membeli alat kesehatan dan obat-obatan,” ungkap Bj. Rahmat.

Apalagi kata Bj. Rahmat,  Kabupaten Agam saat ini tengah dilanda bencana yang membutuhkan anggaran yang banyak untuk pemulihan.

Ditempat berbeda, sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Ardiyanti, SE, MM yang diberikan mandat sebagai PH selama sepekan ketika dihubungi media ini membenarkan keberangkatan Kepala Dinas Kesehatan bersama 1 orang Bagian Keuangan.

Ketika ditanya apa tujuan dari kegiatan tersebut, Ardiyanti mengaku tidak mengetahui secara detail kegiatan itu, karena beliau tidak diberitahu secara langsung oleh Kepala Dinas.

Kepala Puskesmas Lubuk Basung, dr. Amalina Restia ketika dihubungi media ini via whatsAppnya mengatakan, untuk peserta dari Puskesmas, kita memakai anggaran dari Puskesmas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian, M. Kes ketika dikonfirmasi media online marawapost.com terkait kegiatan apa yang dilaksanakan via WhatsAppnya, Kamis (21/05/26) menjawab singkat, mengikuti Work Shop Nasional E-BLUD Puskesmas. Kegiatan dilakukan selama 4 hari.

Ketika media ini menanyakan berapa jumlah pastinya peserta yang mengikuti kegiatan ini ke BALI dan anggarannya dari mana, Kadis Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian, M. Kes tidak menjawab sampai berita ini diturunkan.

Dilain tempat, Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, Lc dihubungi via WhatsAppnya mengatakan, secara pribadi ambo tidak mengetahui kegiatan tersebut, karena itu Dinas tentu secara regulasi kegiatan yang akan dilaksanakan sdh melalui mekanisme dan atas persetujuan Pimpinan.

“Sedangkan terkait dengan biaya perjalanan atau kegiatan, bisa dikroscek terlebih dahulu apakah dibiayai dari APBD, BLUD atau biaya pribadi dari peserta itu sendiri. Karena semua itu memungkinkan”, ujarnya.

Harapan kita sambung Ilham, dengan kegiatan-kegiatan pelatihan dan workshop tersebut pengelolaan pelayanan kesehatan masyarakat Agam kedepan semakin baik.

“Tentang kegiatan diluar daerah, secara regulasi memang tidak ada larangan melaksanakan kegiatan keluar daerah, akan tetapi memang kita perlu memperhatikan efektivitas kegiatan dengan apa yang diperoleh nantinya dari pelaksanaan kegiatan tersebut”, ungkap Ilham.

Kegiatan tersebut lanjut Ilham, harus memberikan dampak besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kedepannya. (Tim)

Pos terkait