Nagari Tangguh, Warga Lebih Siaga; Welly–Parulian Perkuat Ketahanan Bencana Pasaman

Marawapost.com, Pasaman, — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui Program Unggulan “Nagari Tangguh Bencana” sebagai langkah nyata membangun daerah yang aman, sigap, dan tangguh menghadapi ancaman bencana.

Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian, program tersebut difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat nagari dan jorong melalui sinergi BPBD, pemerintah nagari, relawan, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda.

Bacaan Lainnya

Kepala BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mengedepankan mitigasi dan edukasi kebencanaan sejak dini.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi bencana secara cepat dan tepat,” ujar Mardianto saat konferensi pers di Media Center Diskominfo Pasaman, Kamis (21/5/2026).

Selama satu tahun pemerintahan Welly–Parulian, capaian program terus meningkat. Jika pada Mei 2025 baru terbentuk 45 Kelompok Siaga Bencana (KSB), kini seluruh 62 nagari di Kabupaten Pasaman telah memiliki kelompok siaga aktif.

Selain itu, empat nagari resmi ditetapkan sebagai Nagari Tangguh Bencana, yakni Durian Tinggi, Pauh, Tanjung Beringin Utara, dan Aia Manggis Barat. Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan 15 nagari tambahan naik status menjadi Nagari Tangguh Bencana.

Dari sisi sarana, seluruh nagari kini telah dilengkapi perlengkapan dasar kebencanaan seperti handy talky (HT), helm, dan pelampung. Sementara nagari tangguh juga mendapatkan dukungan perahu evakuasi, chainsaw, hingga alat pemadam api ringan (APAR).

BPBD Pasaman bersama OPD terkait juga aktif melakukan pemetaan kawasan rawan bencana, penentuan jalur evakuasi, simulasi penyelamatan korban bersama Basarnas dan Dinas Kesehatan, hingga Gerakan Nagari Menanam melalui penanaman 6.200 pohon pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026.

Mardianto menegaskan, program ini menjadi bagian dari visi “Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju dan berkelanjutan” sekaligus upaya membangun budaya sadar risiko bencana di tengah masyarakat.

“Paradigma penanggulangan bencana harus berubah, dari menunggu bencana menjadi pengelolaan risiko secara aktif dan terencana,” tegasnya.

Pemkab Pasaman berharap Program Nagari Tangguh Bencana mampu menciptakan masyarakat yang mandiri, cepat pulih, serta memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Pos terkait