Pasca Bencana Hidrometeorologi di Agam, Rehabilitasi Lahan Sawah Sudah Hampir Rampung Sebagian Sudah Dilakukan Penanaman

Marawapost.com, Agam – Pemerintah Kabupaten Agam terus melakukan upaya pemulihan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada 27 November 2025 lalu. Bencana tersebut menyebabkan ratusan hektar sawah dan kebun masyarakat di beberapa kecamatan tertimbun material longsor berupa tanah, pasir, dan bebatuan sehingga tidak dapat diolah oleh petani.

Melalui bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Agam memperoleh anggaran sebesar Rp30 miliar untuk kegiatan rehabilitasi lahan pertanian masyarakat terdampak bencana. Untuk pengerjaan rehabilitasi sawah, saat ini khusus untuk perbaikan sawah di wilayah Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Yasriandi ketika dikonfirmasi media online marawapost.com di ruangannya, Kamis (21/05/26) mengatakan, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 311 hektar sawah masyarakat yang tertimbun material longsor dapat selesai dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, progres pengerjaan rehab sawah di dua kecamatan tersebut saat ini sudah mencapai 99 persen. Bahkan sebagian sawah yang telah selesai direhab dan sudah mulai ditanami padi oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yasriandi, seluruh anggaran kegiatan rehabilitasi sawah tersebut ditanggung oleh Kementerian Pertanian RI dan pengerjaannya dilaksanakan secara swakelola oleh 30 kelompok tani yang ada di wilayah terdampak.

“Untuk pengerjaan rehab sawah ini diserahkan kepada kelompok tani melalui sistem swakelola. Dana langsung ditransfer ke rekening kelompok tani dengan nilai Rp13.500.000 per hektar, untuk kelompok disesuaikan dengan luas lahan yang direhab,” jelasnya.

Ia menerangkan, proses rehabilitasi sawah dilakukan menggunakan alat berat karena material longsor yang menimbun lahan berupa tanah, pasir, dan bebatuan dalam jumlah besar sehingga tidak memungkinkan dikerjakan secara manual.

“Setelah sedimen bekas material longsor yang menimbun sawah masyarakat selesai dikeruk menggunakan alat berat, maka sawah tersebut sudah siap untuk ditanami kembali,” katanya.

Yasriandi menambahkan, masing-masing kelompok tani minimal mengelola lahan seluas lima hektar. Jika luas lahan tidak mencapai ketentuan tersebut, maka akan digabung dengan kelompok tani lainnya.

Selain rehabilitasi lahan, pemerintah juga menyediakan bantuan benih padi melalui Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. Namun, untuk memperoleh bantuan tersebut kelompok tani diwajibkan mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah.

“Saat ini sebagian kelompok tani sudah mulai menanam menggunakan bibit lokal karena bantuan bibit dari provinsi baru sampai beberapa minggu lalu. Namun petani yang sudah menanam dengan bibit lokal nantinya tetap bisa memanfaatkan bantuan bibit dari pemerintah,” ujarnya.

Meski progres pekerjaan hampir selesai, di lapangan kelompok tani masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kesulitan memperoleh bahan bakar solar untuk operasional alat berat.

“Dalam pengerjaan di lapangan, kelompok tani kadang terkendala sulit mendapatkan minyak solar untuk alat berat,” tambahnya.

Untuk wilayah Kecamatan Palembayan sendiri, Yasriandi menyebut pengerjaan rehabilitasi sawah sudah hampir rampung dan diperkirakan selesai seluruhnya dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ke depan seluruh pengerjaan selesai dan sawah siap untuk penanaman padi,” harapnya.

Namun demikian, sebagian sawah masyarakat masih menghadapi persoalan irigasi karena banyak bendungan serta saluran air yang rusak akibat diterjang bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Kabupaten Agam juga dipercaya menjadi pusat percontohan penanaman padi serentak secara nasional untuk provinsi terdampak bencana hidrometeorologi seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 April 2026 itu tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam, Benni Warlis beserta sejumlah pimpinan daerah lainnya, serta terhubung secara virtual melalui Zoom dengan Kementerian Pertanian RI dari lokasi kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Agam berharap rehabilitasi lahan pertanian pasca bencana ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini terdampak akibat rusaknya lahan pertanian mereka.

(RieL)

Pos terkait