Mahasiswa Didorong Jadi Garda Terdepan Pengawasan Demokrasi Partisipatif

Marawapost.com, Pasaman, — Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi demokrasi bertajuk “Dari Kampus untuk Demokrasi: Peran Strategis Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif” di STAI YDI Lubuk Sikaping, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas, Lumban Tori, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Zaini Afandi, serta Sekretaris Bawaslu, Susi Noventi.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Rini Juita menekankan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi seluruh proses demokrasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu menjadi penggerak pengawasan partisipatif yang kritis, independen, dan berintegritas.

“Kampus bukan sekadar ruang akademik, tetapi tempat lahirnya agen perubahan sosial yang mampu membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan mahasiswa sangat penting untuk menjaga kualitas pemilu dan memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga. Melalui pengawasan partisipatif, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen edukasi demokrasi, pelopor antihoaks, sekaligus penggerak etika demokrasi dengan menolak politik uang, ujaran kebencian, dan politik identitas.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa disebut memiliki empat kekuatan utama dalam menjaga demokrasi, yakni kekuatan intelektual, moral, sosial, dan digital. Keempat kekuatan itu dinilai mampu menjadi modal besar bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi saat ini, mulai dari politik uang, hoaks dan disinformasi, polarisasi politik, hingga rendahnya partisipasi masyarakat dan meningkatnya apatisme generasi muda terhadap politik.

Sebagai bentuk penguatan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Pasaman terus mendorong kolaborasi dengan kampus dan organisasi mahasiswa melalui pendidikan politik, sekolah kader pengawasan partisipatif, seminar kepemiluan, forum diskusi demokrasi, hingga pembentukan relawan pengawasan partisipatif.

Menutup kegiatan tersebut, Rini Juita mengajak mahasiswa untuk aktif menjadi penjaga integritas demokrasi dan penggerak kesadaran politik di tengah masyarakat.

“Demokrasi tidak cukup hanya dipilih, tetapi juga harus dijaga,” tegasnya.

Pos terkait