Marawapost.com, Pasaman, — Menjelang satu tahun kepemimpinan, Bupati Pasaman Welly Suhery menunjukkan konsistensi menjalankan program prioritas meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran.
Dengan pendekatan money follows program, Welly menggeser pola lama penganggaran berbasis struktur menjadi berbasis dampak. Artinya, anggaran difokuskan pada program yang langsung dirasakan masyarakat, sementara kegiatan non-prioritas ditekan.
Langkah ini diuji di tengah ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat serta luasnya wilayah Pasaman yang mencakup 12 kecamatan dan 62 nagari. Namun, strategi efisiensi, inovasi pendapatan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga laju pembangunan.
Sejumlah program unggulan tetap berjalan, bahkan menjadi prioritas, seperti layanan kesehatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC), program berobat dan ambulans gratis (SIGAP), hingga pendidikan dan seragam sekolah gratis.
Di sektor pertanian, program bajak gratis dan optimalisasi pupuk bersubsidi mulai dirasakan petani. Sementara itu, penguatan sosial dan keagamaan hadir lewat Gerakan Nagari Bangkit berbasis ABS-SBK.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mendorong penciptaan 1.000 lapangan kerja, penanganan rumah tidak layak huni, pengembangan kreativitas anak nagari, hingga perluasan akses internet gratis di wilayah 3T.
Dalam 100 hari kerja, fondasi program telah diletakkan. Kini, menjelang evaluasi satu tahun pada akhir Mei 2026, Welly menegaskan seluruh capaian akan diukur secara objektif.
“Evaluasi ini penting untuk melihat keberhasilan dan kendala. Jika masalah ada di anggaran atau SDM, akan segera kita benahi,” ujarnya.
Ia memastikan, sepuluh program unggulan Pasaman Bangkit bukan sekadar konsep, tetapi komitmen nyata yang terus dikawal implementasinya.
Bagi Welly, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.
“Pasaman Bangkit harus hadir nyata, dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan masyarakat dan sinergi seluruh elemen, Pemerintah Kabupaten Pasaman optimistis arah pembangunan tetap terjaga menuju daerah yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan.

