Beresiko Kecelakaan, 20 Km Jalan Rusak Berlobang dan Jembatan Lapuk di Kecamatan IX Koto Dharmasraya, Akankah Diperbaiki dengan Cepat…?

Marawapost.com, Dharmasraya – Lebih kurang 20 kilometer ruas jalan kabupaten Dharmasraya tepatnya di Kecamatan Sembilan Koto, Sumatera Barat, dilaporkan berlobang/rusak. Di jalur yang sama, sebuah jembatan kayu di Nagari Ampek Koto Dibawuah dalam kondisi lapuk dan tanpa pagar pengaman di salah satu sisi.

Ruas jalan yang menghubungkan Jorong Lubuk Mansagu hingga Silago itu menjadi akses utama masyarakat menuju pusat pemerintahan kabupaten. Setiap hari, jalur tersebut dilalui pelajar, guru, tenaga kesehatan, aparatur sipil negara, serta warga yang membawa hasil pertanian.

Pantauan di lapangan pada Rabu (25/02/2026) menunjukkan lubang di sejumlah titik, aspal terkelupas, dan badan jalan bergelombang. Saat hujan, lubang tertutup air dan sulit dikenali pengendara. Ini berbahaya, risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Kondisi jembatan kayu di Nagari Ampek Koto Dibawuah tak lebih baik. Lantai jembatan terlihat berlubang dan lapuk. Pada satu sisi, tidak terdapat pagar pembatas. Pada malam hari, penerangan minim.

“Sepanjang jalan Sembilan Koto dimulai dari Jorong Lubuk Mansagu sampai Silago, diperkirakan 20 kilometer banyak yang rusak berlubang. Terlebih kondisi jembatan ini sangat memprihatinkan,” kata Iin, 53 tahun, warga setempat.

Menurut dia, kerusakan jalan memperpanjang waktu tempuh menuju ibu kota kabupaten. Ongkos kendaraan meningkat.

“Guru, tenaga kesehatan, pegawai kecamatan dan masyarakat umum semua lewat sini. Kalau kondisi seperti ini terus, tentu sangat membahayakan,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Zakirman menyebutkan bahwa rencana perbaikan jalan dan pergantian lantai jembatan di kecamatan IX Koto akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 ini.

“Pada APBD 2026 sudah tersedia anggaran,saat ini prosesnya dalam tahap perencanaan. Selain APBD, perbaikan jalan poros di kec.IX Koto akan diupayakan melalui dana Inpres Jalan Daerah (IJD),” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Willy, mengatakan perbaikan masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah daerah, kata dia, telah menganggarkan dana sekitar Rp 2 miliar pada 2025.

“Sudah dalam perencanaan dan dianggarkan sekitar Rp 2 miliar tahun 2025,” kata Willy kepada awak media Rabu (25/2/2026).

Anggaran tersebut, menurut dia, mencakup perbaikan jalan dan pergantian lantai jembatan kayu. Namun pelaksanaan pekerjaan akan mempertimbangkan skala prioritas.

“Untuk jembatan juga sudah masuk dalam anggaran, dan pengerjaannya dilakukan berdasarkan skala prioritas sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Selain mengandalkan APBD, pemerintah kabupaten juga mengusulkan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan skema Instruksi Presiden.

“Kita juga usulkan perbaikan jalan dan jembatan di wilayah IX Koto melalui inpres,” kata Willy.

Hingga kini, belum ada kepastian waktu pelaksanaan perbaikan di lapangan. Sementara itu, jalan dan jembatan tersebut tetap digunakan ribuan warga setiap hari. (Ali04)

Pos terkait