Marawapost.com, Pasaman — Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar Rapat Sosialisasi Hasil Tanggapan Gerakan Tanah di Kecamatan Lubuk Sikaping dan Bonjol, Rabu (12/2/2026), bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Pasaman. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mitigasi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, Danramil 01/Lubuk Sikaping diwakili oleh Bati Tuud Peltu R. Girsang yang turut mengikuti pembahasan lintas sektor bersama unsur Forkopimda dan OPD terkait. Rapat dihadiri sekitar 30 peserta, mulai dari Asisten I, II, dan III Setda Pasaman, perwakilan BIN, hingga para kepala OPD strategis seperti Bappeda, PUPR, ATR/BPN, Disdukcapil, DPM, serta unsur TNI-Polri, KPHL, BKSDA, wali nagari, dan tokoh adat dari wilayah terdampak.
Fokus utama rapat adalah menindaklanjuti hasil review laporan retakan tanah yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Dari hasil pembahasan, disepakati tiga langkah utama, yakni:
Relokasi masyarakat yang berada di zona rawan gerakan tanah,
Pencarian lahan relokasi yang memenuhi persyaratan teknis dan keamanan,
Pendataan jumlah warga yang bersedia direlokasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dengan langkah antisipatif dan terkoordinasi. Sinergi antarinstansi diharapkan mampu mempercepat penanganan serta meminimalkan risiko bencana di wilayah rawan gerakan tanah, khususnya di Kecamatan Lubuk Sikaping dan Bonjol.

