Pasaman Disorot Mendagri! Bupati Welly Suhery Paparkan Kerusakan Jembatan Gantung Pascabencana

Warawapost.com, Padang — Bupati Pasaman Welly Suhery menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2025), pukul 09.00 WIB.

Rakor dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Kepala BNPB, para wakil menteri, Forkopimda, serta seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

Dalam forum tersebut, Mendagri Tito Karnavian menanyakan langsung kondisi infrastruktur dan pelayanan dasar di Kabupaten Pasaman pascabencana, khususnya terkait jalan dan jembatan.

Menanggapi hal itu, Bupati Welly Suhery menyampaikan bahwa pelayanan air bersih melalui PDAM telah kembali berjalan dan saat ini memasuki tahap penyempurnaan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan kabupaten yang rusak akibat longsor, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Selain jalan, Welly juga menyoroti kerusakan beberapa jembatan gantung di Kabupaten Pasaman yang kini tidak dapat digunakan, padahal menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari Mendagri Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung merupakan program nasional yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia.

Mendagri mengungkapkan, pemerintah pusat telah mendata 6.692 jembatan gantung dalam kondisi rusak di seluruh Indonesia. Data tersebut akan diteruskan ke Sekretariat Negara, sementara pelaksanaan pembangunan nantinya akan dikerjakan oleh TNI.

Tito meminta pemerintah daerah segera mengusulkan kebutuhan jembatan gantung, baik akibat bencana maupun kebutuhan umum, melalui gubernur untuk diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri.

Pos terkait