Marawapost.com, Pasaman, — Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Yudesri menegaskan pentingnya penyusunan program OPD yang berbasis data, bukan sekadar menyalin kegiatan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikannya pada Forum Satu Data Indonesia (SDI) yang digelar Bappeda Pasaman, Kamis (11/12/2025), bersama BPS Pasaman dan seluruh OPD.
Yudesri menekankan bahwa akurasi data menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, terutama di tengah efisiensi dan tantangan defisit anggaran. Ia menilai Forum SDI harus menjadi wadah untuk menyatukan tata kelola data yang terpadu, transparan, dan inklusif sesuai amanat Perpres 39 Tahun 2019.
“Data bukan sekadar pelengkap, tetapi dasar dalam pengambilan kebijakan. Sistem data yang terstandar dan terintegrasi akan memperkuat pelayanan publik, termasuk penyaluran bantuan sosial,” ujarnya.
Kepala Bappeda Pasaman, Choiruddin Batubara, menyampaikan bahwa tahun depan perencanaan data akan difokuskan pada penguatan data prioritas pembangunan berbasis tematik, holistik, integratif, dan spasial. Tahun 2026 juga menjadi tahun implementasi penuh kebijakan SDI di Pasaman. Ia menegaskan setiap OPD harus menguasai 16 Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD 2025–2029.
BPS Pasaman melalui Kepala BPS, Nita Andriani, menuturkan bahwa SDI menjadi momentum penataan data daerah. Ia memperkenalkan inovasi Da Saman sebagai dukungan BPS terhadap penguatan data pembangunan Pasaman.
Sementara itu, Plh. Kepala Diskominfo Teddy Marta melalui Kabid PSS Asnil memastikan Kominfo siap menjalankan fungsi walidata dengan mengoordinasikan OPD dalam penyediaan data yang valid, terutama by name by address sebagai dasar kebijakan yang responsif dan tepat sasaran.

