Marawapost.com, Pasaman — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai upaya meningkatkan kualitas data pemilih dan memperkuat integritas penyelenggaraan Pemilu. Kegiatan tersebut diikuti jajaran KPU, Disdukcapil, Kodim 0305/Pasaman, Polres Pasaman, DPM, media, serta sekretariat Bawaslu.
Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita, menegaskan pentingnya akurasi data pemilih sebagai fondasi utama demokrasi. Ia menyebut PDPB bukan sekadar proses administratif, melainkan elemen strategis yang menentukan legitimasi hasil pemilu dan tingkat kepercayaan publik.
“Data pemilih yang akurat adalah kunci Pemilu yang LUBER dan JURDIL. Karena itu, pengawasan PDPB membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rini.
Rini memaparkan tiga pendekatan strategis Bawaslu dalam pengawasan data pemilih:
Pencegahan berbasis data dan kolaborasi dengan lembaga terkait untuk memetakan potensi persoalan, termasuk pemilih ganda, tidak memenuhi syarat, hingga kelompok rentan.
Pengawasan partisipatif melalui pelibatan media dan masyarakat sipil agar proses pengawasan berjalan terbuka dan inklusif.
Penguatan internal kelembagaan guna memastikan pengawas memiliki kapasitas teknis dan integritas yang kuat.
Menurut Rini, dinamika kependudukan, mobilitas masyarakat, serta tuntutan transparansi publik menjadi tantangan utama dalam pemutakhiran data pemilih. Rakor ini, katanya, menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dan menyusun langkah korektif yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Rakor ini bukan hanya memperbaiki mekanisme, tetapi memperkuat kepercayaan publik terhadap demokrasi,” tegasnya.
Rini berharap seluruh rekomendasi yang dirumuskan dapat ditindaklanjuti bersama, sehingga proses pemutakhiran data pemilih di Pasaman berlangsung akurat, terbuka, dan profesional.

