Marawapost.com, Agam – Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal hadiri pengukuhan pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Agam periode 2024-2029, di aula Kantor Bupati Agam, Senin (21/07/25).
KPPI merupakan sebuah organisasi independen yang dijadikan wadah aktivitas dan kreativitas perempuan lintas partai politik.
Organisasi ini bertujuan untuk melahirkan ide-ide kreatif yang cemerlang, sekaligus sebagai pendorong tumbuhnya semangat juang dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Keberadaan KPPI memiliki peran strategis dalam memperkuat partisipasi perempuan dalam dunia politik dan pengambilan keputusan,” ujar M Iqbal.
Sebab katanya, perempuan bukan hanya pelengkap dalam proses demokrasi, tetapi juga pilar penting dalam menciptakan kebijakan yang inklusif, adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Untuk itu, pengukuhan pengurus KPPI Kabupaten Agam menjadi sebuah langkah yang sangat berarti dalam memajukan organisasi, serta menjadikannya sebagai organisasi pelopor gerakan perempuan politik.
“Kaum perempuan harus terus berkontribusi dalam pemenuhan kemajuan, serta perlindungan hak-hak politik perempuan Indonesia yang adil dan bermartabat,” katanya.
Dengan begitu, dia berharap KPPI Kabupaten Agam dapat menjadi wadah konsolidasi, edukasi dan penguatan kapasitas bagi para perempuan yang terlibat diberbagai partai politik maupun lembaga perwakilan.
Tidak hanya itu, KPPI juga diharapkan mampu menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan dan komunitas perempuan lainnya, demi mendorong terciptanya kebijakan yang responsif gender dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Agam yang lebih adil, inklusif dan sejahtera. Di mana, perempuan tidak hanya diberi ruang, tapi juga aktif mengambil peran dan menentukan arah pembangunan,” kata M Iqbal lagi.
Pengurus KPPI Kabupaten Agam periode 2024-2029 yang diketuai Nesi Hermita ini, dikukuhkan Ketua KPPI Sumbar, Armiati bersama puluhan pengurus lainnya. (*)

