Marawapost.com, Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menyambut kunjungan Tim Pusat Konstruksi (Puskon) Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia dalam rangka survei lokasi rencana pembangunan Batalyon Infanteri Tempur (Yonif TP) 901 Agam, Kamis (17/07/25).
Kunjungan tersebut dipimpin Kolonel Czi Asril Arifin disambut Asisten I Setda Agam, Rahman, S.IP, mewakili Bupati Agam. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, yang direncanakan sebagai lokasi utama pembangunan markas calon Yonif TP 901 Agam.
Dalam keterangannya, Kolonel Czi Asril Arifin menyampaikan, tinjauan ini bertujuan untuk melakukan survei awal terhadap kesiapan lokasi, termasuk rencana land clearing dan identifikasi ketersediaan fasilitas pendukung.
Selain itu, tim juga mengevaluasi beberapa alternatif lokasi sementara (Marshalling Area) bagi calon personel batalyon selama proses pembangunan berlangsung.
“Ada dua lokasi yang menjadi perhatian kami, yakni SD Negeri 58 Batuhampa yang berpotensi dijadikan tempat sementara bagi personel, serta kawasan PT Inang Sari yang juga dipertimbangkan sebagai lokasi alternatif pembangunan batalyon,” jelas Kolonel Asril.
Pihaknya menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam memfasilitasi proses awal pembangunan ini, baik dari segi administrasi maupun kelayakan lokasi.
Menanggapi hal tersebut, Rahman, S.IP menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim Puskon Baranahan Kemhan RI di Kabupaten Agam. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh rencana strategis ini.
“Pemkab Agam siap memfasilitasi semampu kami demi kelancaran pembangunan Yonif TP 901. Keberadaan batalyon ini nantinya tentu akan memberi dampak positif bagi keamanan dan perkembangan wilayah,” ujar Rahman.
Lebih lanjut, Rahman menambahkan bahwa selain memperkuat aspek pertahanan, keberadaan batalyon juga akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat serta percepatan pembangunan infrastruktur di daerah sekitar.
“Dengan hadirnya ratusan personel TNI beserta keluarganya di kawasan ini, akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi, tumbuhnya pusat-pusat usaha, serta percepatan pembangunan jalan, jaringan air, listrik, dan fasilitas umum lainnya,” tuturnya.
Diharapkan, setelah proses survei dan penilaian rampung, tahapan pembangunan dapat segera dimulai sebagai wujud penguatan pertahanan nasional di wilayah Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam, sekaligus mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh. (*)

