Kelola Sampah Jadi Ekonomis, Bupati Agam Launcing Program “Buang Sampah – Beli Sampah” dan Resmikan Bank Sampah Sumber Berkah

Marawapost.com, Agam – Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Lingkungan Hidup gelar Launching Pengelolaan Sampah “Buang Sampah – Beli Sampah” (BS – BS) dan Peresmian Bank Sampah Sumber Berkah di TPA Cumateh Jorong Sungai Jariang Nagari Lubuk Basung, Kamis (25/07/24).

Launching Pengelolaan Sampah “Buang Sampah – Beli Sampah” (BS – BS) dan Bank Sampah Sumber Berkah langsung diresmikan oleh Bupati Agam, Dr. Andri Warman, MM dengan ditandai pemukulan gendang secara bersama-sama disertai penandatanaganan bersama komitmen penanganan sampah dari sumbernya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Agam, Dr. Andri Warman, MM mengatakan, jika pengelolaan sampah ini dapat kita wujudkan dan dikembangkan , maka masalah sampah ini akan dapat kita atasi di Kabupaten Agam.

“Bagaimana sampah ini bisa menjadi nilai ekonomis, maka Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam disini berinovasi dalam pengolahan sampah bisa menjadi bahan bakar”, ucap Bupati.

Bupati berharap, mudah-mudahan sampah ini bisa menjadi inkam bagi masyarakat dan program Buang Sampah – Beli Sampah ini bisa terwujud.

 

“Dengan program yang dicetus Dinas Lingkungan Hidup ini, semoga kedepannya sampah di Agam tidak menjadi masalah yang krusial, artinya sampah bisa menghasilkan uang”, tukas Bupati Agam.

Disambung Bupati, hal ini merupakan program luar biasa yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Agam dibawah Kepala Dinasnya, Ir. Afniwirman.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Agam, Ir. Afniwirman mengatakan program ini didasari dengan persoalan sampah di Kabupaten Agam, akhir-akhir ini menjadi masalah yang serius.

“Diantara persoalan-persoalannya adalah terjadinya longsor di TPA Regional Payakumbuh pada 21 Desember 2023, dimana sebelum itu terjadi, sampah-sampah kita di Agam bagian timur kita buang ke TPA Regional Payakumbuh. Artinya sampah yang kita buang ke TPA Cumateh Sungai Jariang ini hanya sampah-sampah dari daerah Agam bagian barat saja”, ucap Afniwirman.

Namun kata Afniwirman, setelah terjadinya longsor di TPA Regional Payakumbuh itu, semua sampah yang ada di Agam bagian timur dibuang ke TPA Sungai jariang, akibatnya jumlah sampah semua sampah yang masuk ke TPA Sungai Jariang ini mencapai 65 Ton per harinya, yang sebelumnya hanya 30 Ton per hari.

“Artinya peningkatan sampah yang dibuang ke TPA Sungai Jariang lebih dari 100%, jika ini dibiarkan tentu umur TPA kita ini semakin pendek karena padatnya tumpukan sampah yang membuat penampung sampah penuh”, tutur Afniwirman.

Dilanjutkan Afniwirman, kepedulian masyarakat terhadap sampah ini juga sangat minim, karena masih banyak masyarakat kita yang membuang sampah ke bandar, ke pinggir jalan, artinya tidak membuang sampah ke tempat yang telah kita sediakan.

Dilain sisi kata Afniwirman, potensi sampah itu secara ekonomi sangat besar dan luar biasa, dari 65 Ton per hari kita prediksi 70 % adalah sampah organik (45,5 Ton), jika ini kita jadikan 30 % hasil kompos dari sampah organik maka setiap hari akan menghasilkan 13,65 Ton.

 

“Penjualan pupuk kompos kita Rp. 1000 per kilogram, artinya jika kita kelola dengan baik maka kita akan menghasilkan uang dari sampah organik saja per hari Rp. 13.650.000”, ujar Kadis LH Agam itu.

Kemudian dari sisi lingkungan ujar Afniwirman, berapa perbaikan tanah pertanian dengan kompos yang disebar dilahan-lahan pertanian masyarakat. Jika kita prediksi hitungan persen sampah plastik kresek dari 65 Ton per hari tadi berkisar 3, 25 Ton.

“Kita sudah punya alat yang bisa mengolah sampah plastik kresek menjadi BBM, dari 100 kg sampah plastik bisa menghasilkan BBM 60 liter Solar, 25 liter premium dan 15 liter minyak tanah”, tandas mantan Kadis Pertanian Kabupaten Agam itu.

Artinya, dari 100 kg sampah palstik kresek menghasilkan uang Rp. 840.000. Jika dikalikan 3,25 Ton sangat luar biasa hasilnya. Maka dari itu kita sekarang membentuk Bank Sampah.

“Nantinya kita berharap, masing-masing OPD dan Sekolah-sekolah dan swasta membentuk Bank Sampah unit yang nanti bekerjasama dengan Bank Sampah induk, sehingga yang terkumpul diBank Sampah unit kita bawa ke Bank Sampah induk untuk diproses pengolahannya”, tukas Afniwirman lagi.

Disambung Afniwirman, polanya sangat sederhana, pada prinsipnya pengelolaan samnpah itu berasal dari sumbernya yaitu rumah tangga, kantor-kantor, perusahaan. Jika sudah terkodinir pemilihan sampah disumber ini maka persoalan sampah kita sudah menjadi aman.

Selain Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM hadir pada kegiatan itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, OPD-OPD terkait, BUMN, Camat Lubuk Basung, Walinagari Lubuk Basung dan undangan lainnya.

Penulis : Mariel. H

Pos terkait